Back to college life. When everything becomes hectic and tiring. Di titik ini, saya bersyukur cuma dapet 20 sks. Bukan 22, bukan 24. Bener kan, Dia tau bates kemampuan saya cuma segini. 20 sks aja udah ngos-ngosan....
Tapi bener loh. Semester tiga itu jauh lebih heboh daripada semester dua kemarin, yang saking hebohnya sampe bikin saya nangis gara-gara kebanyakan tugas. Ternyata bener, yang kemarin belum ada apa-apanya. Di semester tiga ini, kok rasanya setiap hari adaaa aja tugas baru. Udah gitu, setiap minggu ada kuis Psikologi Perkembangan, jadi malemnya harus belajar.
Udah gitu, saya keteteran kepanitiaan lagi. The same old mistake. Kamaba udah mau selesai sih, tapi besoknya udah ditungguin tuh sama Piastro. Oh, dan abis itu ada ITP, meskipun kerjaan pas hari-H-nya nggak banyak, atau malah mungkin nggak ada. Abis itu bantuin Ita di PDKM, dan Uta di kontingen (kesannya ikutan jadi bagian dari kontingen, padahal cuma jadi tukang foto kok hehe). Terus bantuin kak Prima juga di BWB. Terus Zahra minta bantuin di suksesi juga (tapi belom di-iya-in karena masih galau). Terus urusan website BEM belum selesai juga. Terus kerjaan di Gagas juga masih ada empat pertemuan lagi. Terus...... Terus...... Saya kapan selonjoran santai-santainya?
Well, sekali lagi saya emang cuma bisa ngeluh. Tapi anehnya, semakin saya capek luar biasa, semakin bahagia rasanya. Meskipun sampe diledekin tukang ojek gara-gara pulangnya malem terus, saya kok rasanya seneng-seneng aja. Apalagi mata kuliah di semester ini semuanya menarik. Udah nggak ada lagi tuh yang ngawang-ngawang macam filsafat dan etika. Semuanya praktis dan menyenangkan untuk dipelajari. Bahkan, se-nggak tertariknya saya kerja di HRD dan jadi psikolog industri/organisasi, saya masih enjoy dengerin kuliah Pak Urip (meskipun sambil deg-degan dengerinnya hehe). Saya bahkan jadi suka metpen semester ini. Well, yeah, that's pretty strange. Ternyata dosen metpen saya nggak seburuk yang orang lain bilang. They might be not the best lecturer in the world, but they're fine. Dan kelompok metpen saya.... Kelompok paling oke sedunia! Saya cinta mati banget deh sama mereka! Saya seneng banget bisa ngerjain tugas sambil bercanda, tapi tetep bisa selesai tugasnya. Mereka tuh teman bermain dan belajar. All-in-one. Anis, Ekki, Ryan, Posma, thankyou for being such a great friend!
Oh iya! Gara-gara kesenengan belajar Psikologi Pendidikan sama Mbak Romi (yes, that Mbak Romi!), saya kok rasanya jadi tertarik milih itu sebagai peminatan saya, buat nemenin si Psikologi Perkembangan. Lagian mereka berdua benang-merahnya jelas banget, dan kalo saya jadi ngambil S2 profesi klinis anak (amin!), ilmu psikologi pendidikannya pasti kepake deh. Apapun pilihan saya nanti, lagi-lagi saya cuma bisa berdoa supaya itu yang paling baik buat saya.
Udah dulu ya, update seputar perkuliahan (yang nggak ada penting-pentingnya) dari saya. Doain dong saya masih punya tenaga sampe Desember. Semester depan saya nggak mau ikutan kepanitiaan ah! (Kayak bisa aja hihihi)
Cheeeers! :-----D
Monday, September 27, 2010
Tuesday, September 14, 2010
Xeco: Kangen.
Tiba-tiba, jadi kangen xeco. Kangen becandaan kasar a la xeco. Kangen dipanggil 'hong' atau 'ndut'. Kangen dikatain. Kangen di-bully. Kangen nge-bully Metta dan bikin dia nangis. Kangen curhat-curhatan sama Echy dan Metta pake bahasa Inggris. Kangen McD session bareng cewek-cewek kesayangan. Kangen main UNO di depan atau belakang kelas. Kangen solat di kelas. Kangen makan katering, meskipun ujung-ujungnya halo enggak Hoka-Hoka Bento, Sabana, ya Nasi Padang. Kangen nyanyi 'If We Hold On Together' dan 'Janger' bareng Pak Restu. Kangen belajar fisika, biologi, matematika, kimia. Kangen dengerin petuah-petuah sekaligus siraman motivasi dari Bu Nurul. Kangen ngerjain soalnya bu Eldy yang jumlahnya ratusan dan tulisannya suka nggak jelas. Kangen bikin Bu Eldy dan Rudi Sensei ngambek. Kangen dengerin lagu sambil bikin catetan penuh gambar dan warna pas pelajaran Pak Harno, biar meskipun ga ngerti, catetan gue tetep indah dipandang. Kangen ketawa bareng di pelajaran Pak Mufid atau Pak Tulus. Kangen nonton film-filmnya Nicholas Cage di pelajaran Mr. Resi. Kangen latihan senam sama mamanya Bebi supaya dapet nilai bagus dari Buk Nur. Kangen nyoba tes-tes kepribadian yang dikasih sama Bu Grace. Kangen nyebut guru pake nama panggilan yang aneh-aneh. Kangen ngeliat anak-anak cowok ngeledekin salah satu guru yang paling ajaib. Kangen latihan Lutung Kasarung Mencari Cinta. Kangen doa bareng sebelum SIMAK UI sampe nangis-nangisan. Kangen dipeluk Bu Nurul dan cewek-cewek begitu tau gue dapet UI. Kangen dibilang hoki sama xeco. Kangen ngerjain soal fisika pake teori nembak a la gue. Kangen otak-otak, bakwan, dan es leci. Kangen dengerin lagu pake headsetnya Papin atau Ready. Kangen ngeceng-cengin Mala sama satu-oknum-tertentu. Kangen dipanggil bertiga bareng Bebi dan Mala, nuntasin masalah tertentu. Kangen tambahan fisika bareng pak Amor di rumahnya Bebi. Kangen ngafalin rumus fisika, karena ga akan ngerti konsepnya. Kangen belajar beberapa menit sebelum ujian bareng Dita, Bebi, dan Chycha; bikin jembatan keledai terus ngafal sambil teriak-teriak. Kangen converence MSN atau Y!M bareng xeco. Kangen ngeceng-cengin Bebi sama Rambe. Kangen nebeng pulang naik mobilnya Lala bareng Lysa. Kangen berangkat jam 5.15 dari rumah. Kangen Xecostious Plavier. Banget. Kapan ya kita bisa ngumpul lengkap ber-duapuluhsatu?
P.S: ngumpul-ngumpul kemaren menyenangkan sekali! Kapan lagi bisa karaokean bareng xeco? ;)
Wednesday, September 1, 2010
M.Psi, Psi.
Gue merinding begitu denger kakak-kakak wisudawan S2 profesi psikologi disumpah profesi di depan mata kepala gue sendiri. Gue merinding ngeliat mereka nyanyi Hymne Psikologi dengan khidmatnya. Gue merinding ngeliat mereka yell guys di auditorium, bikin geter auditorium meskipun kebanyakan dari mereka perempuan dan (pastinya) lagi pake sepatu yang heelsnya nggak main-main tingginya. Gue mau ada di posisi mereka.
58 psikolog baru disumpah oleh perwakilan wisudawati dan rohaniwan. 18 orang resmi jadi psikolog pendidikan, 17 orang jadi psikolog klinis dewasa, 15 orang jadi psikolog industri dan organisasi, dan sisanya, cuma 8 orang, resmi jadi psikolog klinis anak. Dari 58 wisudawan, 16-nya lulus cumlaude dengan IPK diatas tiga koma tujuh satu. Tambah iri, tambah ingin ada di posisi mereka.
Lima tahun lagi, gue bakal duduk di kursi mereka. Gue yang bakal disumpah profesi, dan resmi jadi psikolog (klinis) anak. Gue yang akan bayar uang lima ratus lima puluh ribu (lima tahun lagi mungkin jadi berkali-kali lipoat) ke Himpsi buat daftar izin praktek. Tolong mudahkan ya, Allah. Amin!
Lima tahun lagi. September dua ribu lima belas. Farraas Afiefah Muhdiar, S.Psi, M.Psi, Psikolog.
58 psikolog baru disumpah oleh perwakilan wisudawati dan rohaniwan. 18 orang resmi jadi psikolog pendidikan, 17 orang jadi psikolog klinis dewasa, 15 orang jadi psikolog industri dan organisasi, dan sisanya, cuma 8 orang, resmi jadi psikolog klinis anak. Dari 58 wisudawan, 16-nya lulus cumlaude dengan IPK diatas tiga koma tujuh satu. Tambah iri, tambah ingin ada di posisi mereka.
Lima tahun lagi, gue bakal duduk di kursi mereka. Gue yang bakal disumpah profesi, dan resmi jadi psikolog (klinis) anak. Gue yang akan bayar uang lima ratus lima puluh ribu (lima tahun lagi mungkin jadi berkali-kali lipoat) ke Himpsi buat daftar izin praktek. Tolong mudahkan ya, Allah. Amin!
Lima tahun lagi. September dua ribu lima belas. Farraas Afiefah Muhdiar, S.Psi, M.Psi, Psikolog.
Wednesday, August 11, 2010
To Be Surprised
I am a pretty-well-planned person. I always google the TransJakarta route before going somewhere by it. I have a schedule book so I can write down my monthly plan on it (because I’m aware that I’m a forgetful person). I planned to take an internship or job at this holiday so I don't seem that useless (by watching DVDs / playing games / browsing & chatting / reading novels all day long). I plan my college-schedule with my best mates, so we could always be together. We choose which courses we want to take, and which class of those courses we want to take. For this term, we planned not to choose courses on Friday, so we will always have a long weekend for at least the next six months. I plan to take professional degree as soon as I finish my bachelor’s degree, so I can be a psychologist (either a child one or a clinical one – I’m not sure yet). I even plan to have a husband that similar to my dad (well, who doesn’t?). That kind, that sweet, that perfect.
But, eventually, some of my plans don’t work out as well as it planned to be.
I sometimes forget to write down my monthly plan on the schedule book. Or sometimes I have two/three plans a day and I can’t write all of them because the space is too tiny. I ended up doing nothing at this holiday. I still go to my college at least three times a week to have some so-called meetings, of course, but because I can’t earn money from that, that doesn’t count. But, as the holiday is almost ended (which is right now), my firstreader mates told me that we have another chance! Yes, we have another chance to be GagasMedia’s firstreader, which means that we have another chance to read a looooot of manuscripts, and earn some money (ahem, money!). I didn’t get two courses I want to take (Sexual Behavior Psychology and Family Education), because everyone wants to take them and the website we use for the online-registration is down and keep showing ‘500 Internal Server Error’ for minutes (yes, even a minute is matter if you want to get all the courses you want). Because I didn't get them, I only get 20 credits (while I could take 24 credits). Yaps, unlike the plan, I can't have a long holiday every week. I even can’t take the same Research Methodology and Statistics class as Anis, Ita, Icca, Ekki, and Ryan’s. The only person I know who is also in that class is Posma – and thank God I still have him. This whole online-registration thing is so frustrating and makes us furious. What? You don’t believe that? Go check me and my friends’ twitter account, and see how furious we were yesterday. I don’t know about my last two plans I wrote before, obviously, but I hope I still can get a super-husband, and be a successful psychologist, mom, and wife. Doesn’t that sound perfect and lovely?
And I learned that sometimes we cannot get everything we want. Man proposes, God disposes – that’s what my mom said. Sometimes, His plan is different than ours. And here’s the cool fact: though His plan is not always the same as ours, His is always better!
That’s why I like this quote so much:
“Instead of telling our young people to plan ahead, we should tell them to plan to be surprised.”
-As heard in one of my favorite movie, Dan In Real Life.
Subscribe to:
Posts (Atom)