Tuesday, May 3, 2011

Tentang Tanggung Jawab dan Komitmen

Today was a pretty tough day for me. I cried two times, and as I realized that today ends pretty well, I cry one more time. It's been a long time since I last cried. Well, actually, it's been a long time since I last had a problem.

Masalah ini bukan masalah besar kok sebenarnya. Dibilang masalah pun sebenernya cuma karena menyangkut kepentingan orang banyak dan menimbulkan kegalauan yang amat sangat di diri saya sendiri. Ini cuma masalah kecil yang melatih kedewasaan saya. Yang melatih kemampuan saya dalam mengambil keputusan, memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nanti, mempertanggungjawabkan keputusan yang telah saya pilih, dan ya.... semacamnya. Intinya, hari ini saya belajar banyak.

Hari ini saya ketemu dengan beberapa orang untuk minta izin dan saran - Meskipun kata Angel, nggak ada yang berhak untuk ngelarang saya karena cuma saya yang bisa memutuskan, dan cuma saya yang sepenuhnya mengerti tentang kapasitas diri saya sendiri.

Hari ini saya nangis tiga kali. Satu karena kaget dan ragu, satu karena kesel, satu karena sedih. Meskipun saya juga ketawa beberapa kali. Banyak sih, harusnya.

Hari ini saya mengumbar banyak janji. Janji ke tiga pihak sekaligus. Janji bahwa saya akan bisa total kerja di mana aja. Janji bahwa saya akan bisa membagi diri dengan baik. Janji bahwa saya bisa memegang komitmen dengan baik. Janji bahwa janji saya akan saya tepati.

Tanpa benar-benar yakin kalau janji itu bisa saya tepati. Though I know, I'll be haunted for the rest of my life if I can't.

Masalahnya, meskipun saya tipe orang yang tau benar apa kekurangan dan kelebihan diri sendiri, saya juga tipe orang yang sangat mementingkan pendapat orang lain. Jadi, meskipun saya sebenarnya yakin kalau saya mampu, saya akan jadi ragu kalau orang-orang meragukan saya. Kalau orang-orang seakan-akan nggak mendukung saya. Meskipun kata mereka nggak gitu.

Hari ini saya sibuk meyakinkan orang-orang itu kalau sebenarnya saya mampu. Tapi yang mungkin nggak banyak yang tau, sebenarnya saya juga ngelakuin itu sambil menyakinkan diri saya sendiri.

Keputusan itu pun akhirnya saya buat. Dengan segala risiko yang ada dibaliknya. Sekarang saya tinggal ngelakuin yang terbaik yang bisa saya lakuin, dan megang janji yang udah saya umbar ke mereka.

It's not that hard, that's my biggest wish.



(langsung saya pasang jadi DP BBM saya. Labil, yah?)



But, to be honest, a long, warm hug and a support is all i need right now.





Saya cuma mau dikasih semangat dan dikasih dukungan. Saya nggak bisa kerja kalau masih ada yang nggak setuju sama keputusan yang saya ambil, beneran deh. Doain saya ya. Saya pasti bisa ngelewatin ini semua, iya kan?
Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...