Thursday, June 12, 2014

Tentang Sebuah Akhir

Ini dia yang dirahasian sama murid-murid dan rekan-rekan kerja saya selama sebulan terakhir:



Sukses bikin saya nangis, padahal saya anaknya nggak gampang nangis. Idenya sederhana, tapi saya tahu banget bikinnya penuh perjuangan. Kemampuan motorik halus mayoritas murid saya tidak sebaik anak-anak seusia mereka, jadi saya tahu, menggambar wajah orang itu bukan hal gampang. Apalagi warnain semuanya, pakai pinsil warna, dengan rapi. Beberapa anak punya rentang atensi yang cukup singkat, sehingga mewarnai dengan pinsil warna di bidang yang cukup luas juga bukan perkara mudah.

Nulis kalimat juga bukan perkara gampang. Ada yang udah bisa nulis kalimat pakai ide sendiri, ada yang harus didikte, bahkan ada yang harus dibantu mengeja supaya bisa menulis sebagus ini.



Ah, saya pasti rindu mereka: Anak-anak hebat kebanggaan saya. Anak-anak hebat yang memberikan pelajaran lebih banyak ke saya daripada saya ke mereka. Anak-anak hebat yang jadi salah satu sumber kebahagiaan saya selama delapan belas bulan belakangan.



I'm not good at goodbyes. Saya juga termasuk orang yang sulit menjalin hubungan jangka-panjang. Tapi keluar dari zona nyaman itu sebuah keharusan, ya kan?

 Nggak sabar ketemu sumber-sumber belajar yang lain!

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...