Sunday, February 12, 2012

Sederhana



Katanya, bahagia itu sederhana.

Seperti menulis sambil menyeruput kopi di pagi yang sejuk karena kemarin malam turun hujan.
Atau sekedar berbaring setelah lelah karena sibuk mengerjakan pekerjaan rumah.
Atau mandi dengan air hangat setelah seharian penuh beraktifitas.
Atau menonton tv series favorit.

Atau seperti menghabiskan hari-hari terakhir liburan dengan mengerjakan hal-hal yang disukai.
Hal-hal yang sebenarnya selalu ingin dikerjakan sejak lama, tapi tidak juga bisa dikerjakan karena waktu yang terbatas.

Seperti menghabiskan quality time dengan orang-orang yang disayang.

Ngobrol dan diskusi soal agama atau sekedar bercanda tentang masa depan dengan Umi dan Abi, pergi berdua Awwaab, menjemput Fari, dan bercanda dengan Mawla.



Duduk-duduk sore dengan sahabat-sahabat di kampus, saling bertukar cerita setelah beberapa kali bertemu namun hanya membahas urusan profesional.

Bertemu dengan tim baru - keluarga baru - yang sepertinya akan jadi lingkungan kerja yang sangat nyaman.





Bertemu kembali dengan salah satu tim kepanitiaan kesayangan.





Mendengarkan cerita dari orang lain atau bertemu dengan orang-orang baru selalu jadi hal yang menyenangkan buat saya.


Atau pergi sendiri, menikmati macetnya kota jakarta di dalam bus kota yang sepi penumpang. Menelusuri jalanan-jalanan yang selama ini tidak pernah diperhatikan. Mendaftarkan rute-rute baru ke dalam peta kognitif. Memperhatikan penumpang-penumpang yang lain, yang berasal dari kalangan yang beragam. 

Atau membaca buku setelah lama melupakan kenikmatan membaca karena telah asik dimanjakan oleh media audiovisual. Buku yang serius, mungkin jadi salah satu buku paling serius yang pernah dibaca selain buku-buku kuliah. Buku yang membuka mata dan pikiran.

Atau sekedar membuka situs-situs dan video-video di youtube, belajar cara mengucapkan huruf-huruf dan beberapa kata dalam bahasa Perancis, simply supaya saya bisa menyanyikan beberapa lagu favorit saya.

Mungkin, kalau tidak terlalu sering mengkhawatirkan masa depan, hidup akan terasa lebih menyenangkan.


"Maka nikmat Tuhanmu yang mana kah yang kamu dustakan?" Kata Allah berulang kali, di surat Ar-Rahman.
Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...