Friday, December 17, 2010

The Sweetest Goodbye

Istrinya sepupu saya baru aja meninggal. Saya nggak bisa ngeliat kondisinya karena dia tinggal di Bandung, dan saya harus UAS hari Senin nanti.

Nggak ada yang nyangka Mbak Alda akan pergi secepat itu. Sampai kemarin, saat ia jatuh dari tangga dan mengalami pendarahan hebat. Sampai kemarin, saat dokter bilang kondisinya kritis dan ia mengalami stroke. Kayak kasusnya Sukma Ayu, kata dokter. Sampai tadi, saat dokter bilang udah nggak ada harapan lagi. Tinggal dilepas aja, kata dokter. Dokter memang bukan Tuhan dan nggak bisa sesotoy itu memprediksi kematian seseorang, tapi rupanya semua udah ikhlas melepas Mbak Alda. Jika kematian adalah yang terbaik, maka sesegerakanlah, kata ibu saya. Sampai tadi, keluarga bener-bener ikhlas membiarkan alat-alat yang membantu Mbak Alda agar tetap hidup dilepas. Passive euthanasia, kata bahasa kedokteran.

Saya langsung jadi inget Just Like Heaven, salah satu film yang udah saya tonton berkali-kali.

Saya nggak pernah ngalamin ini. Saya nggak pernah ditinggal 'pergi' sama siapapun yang kematiannya nggak ketebak. Dua nenek dan satu kakek saya udah meninggal, tapi nggak ada yang terlalu kaget karena usia mereka emang udah nggak muda lagi: badan mereka emang udah nggak fit lagi. Tapi ini.....

Saya jadi ngeri sendiri. Hidup-mati seseorang emang cuma Allah yang tau. Saya cuma bisa berdoa supaya Abin dan Nadine, dua keponakan saya yang lucu dan pinter itu, bisa tetep tumbuh dengan baik meskipun harus kehilangan ibunya sejak balita.

Sesebel-sebelnya saya sama orang tua saya kalo lagi berantemin sesuatu, saya tetep nggak bisa bayangin hidup saya kalau nggak ada salah satu dari mereka. Punya orang tua yang tau gimana cara mendidik anak yang baik dan benar serta selalu akur dan romantis adalah salah satu anugerah yang dikasih Allah buat saya. Ya, sepertinya sekarang saya hanya bisa bersyukur.

Dan berdoa.

Supaya Mbak Alda bisa istirahat dengan tenang, dan semua kebaikannya diterima oleh Allah.
Semoga Bang Oy tabah dan nerima kepergian Mbak Alda dengan ikhlas, setelah tadi mendaratkan kecupan terakhir di dahi Mbak Alda.
Semoga Abin dan Nadine pelan-pelan bisa ngerti bundanya pergi kemana, selalu doain bundanya, dan tetep bisa bertumbuh dan berkembang dengan baIk.

Selamat jalan, Mbak Alda!


Baik-baik ya di sana..... :')
Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...